Selasa, 09 Januari 2018

Cara Buat Foto Potret Makanan Ala Instagram

Cara Buat Foto Potret Makanan Ala Instagram

Instagram kian pesat berkembang tak hanya sebagai platform media sosial untuk berbagi foto dan video, tapi pun tempat berbisnis.

Potensi itu kian terbuka seiring dengan kemampuan para penggunanya dalam mengolah materi tayangan sebelum mengunggahnya kepada publik.

Satu contoh kecil. Untuk foto dengan tagar #foodbloger di Instagram kini jumlah unggahannya sudah mencapai sekitar 15 juta posting.

Jutaan foto itu tentu datang dari beragam latar belakang -baik skill pengguna, alat yang digunakan, hingga obyek yang dipilih. Sehingga, hasilnya tentu beragam.

Ada yang terlihat amat bagus dan menarik, dan tak sedikit yang dinilai kurang bagus oleh banyak orang. 

Padahal, untuk membuat foto yang Instagrammable alias kece, seseorang tak harus melulu bersandar pada alat yang digunakan.

Teknik pengambilan gambar, pemanfaatan cahaya alami, dan pilihan sudut pandang pada obyek amat mempengaruhi hasil.

Nah, seorang food stylist bernama Lisa Barber pun berbagi tips untuk membuat foto makanan yang kece bak karya profesional, untuk diunggah ke IG.

Menurut dia, ada beberapa hal detail yang harus diperhatikan saat akan mengabadikan gambar makanan.

Misalnya untuk memotret sushi, Lisa menyarankan untuk memberikan sedikit air agar sushi tampak segar.

Selain itu, pemotret harus mengasah kepekaan dalam memperhatikan komposisi obyek supaya mendapatkan sudut pandang sempurna hingga "menularkan" kelezatan sushi dari foto.

Contoh lainnya. Saat memotret avocado toast, Lisa menyarankan untuk menaburkan beberapa bahan seperti kacang-kacangan dan bubuk cabai, sebagai aksen visual.

Lalu, perlu dipastikan bahwa pencahayaan alami yang digunakan membantu mengungkap detail obyek dan bukan malah merusak foto.

Penambahan obyek lain sebagai aksen pun amat disarankan untuk mendapatkan gambar yang dekoratif.

Misalnya, meletakkan potongan lemon agar foto avocado toast tak didominasi warna cokelat.

Kemudian, saat memotret burger misalnya. Pemotret dapat memberikan sedikit minyak zaitun ke bagian daging agar terlihat mengilap.

Lalu, selipkan beberapa beberapa bahan lain agar burger nampak tambah "berbobot".

Semua trik itu diperlukan demi memenuhi kebutuhan visual, agar foto yang kita hasilnya menjadi lebih "layak tayang".

Lisa pun menjadikan salad sebagai contoh obyek. Dia menyarankan agar pemotret memperhatikan warna bahan makanan yang muncul dari tumpukan salad.

Lalu, -seperti halnya memotret makanan lain, sebisa mungkin padukanlah tampilan itu dengan warna-warna alat makan yang ada. Misalnya, warna piring, gelas, atau pun alas makan.

Oh iya, jangan lupa pula untuk memastikan bahwa alat-alat makan itu sudah terpasang dengan proporsi yang baik, sebelum makanan diletakkan.

Hal ini berguna, agar makanan terlihat segar ketika dipotret, tanpa harus menunggu setting peralatan makan sebagai pelengkap gambar.

Selamat mencoba...

0 komentar:

Posting Komentar