Sabtu, 06 Januari 2018

Dua Hal yang Membuat Pria Sangat Menarik Bagi Wanita


Fisik kuat dan sukses secara finansial, mungkin terdengar seperti karakteristik “kuno” yang digunakan untuk mengukur daya tarik seorang pria. Namun, menurut sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di jurnal Feminist Media Study, dua karakteristik ini masih berada dalam urutan tertinggi, yang membuat pria terlihat lebih menarik di mata wanita.

Dengan menggunakan data dari TubeCrush, sebuah situs di mana orang berbagi, menilai, dan mengomentari foto-foto pria yang disurvei di kawasan kereta bawah tanah London, para periset dari University of Coventry mencari pola apa saja yang membuat pria langsung terlihat seksi dan maskulin di mata rekan komuter mereka.

Penulis penelitian mencatat bahwa terlepas dari kenyataan bahwa maskulinitas didefinisikan lebih dari sekadar kekuatan fisik dan kesuksesan finansial, situs ini menampilkan bahwa dua faktor tersebut menempati arti maskulinitas terbanyak.

Sedang bentuk maskulinitas lainnya, seperti pria yang memegang bayi, mengenakan jam tangan mewah, jas bagus, bukan diartikan sebagai maskulinitas, namun lebih pada norma.

Singkatnya, wanita menyukai pria dengan fisik yang bagus dan kemapanan finansial. Dan jika Anda bertanya-tanya otot mana yang disukai wanita, otot lengan dan dada adalah yang paling populer.

“Budaya kita masih mengartikan maskulinitas dalam bentuk uang dan otot," kata pemimpin peneliti Adrienne Evans. “Namun ini bisa menjadi masalah, karena maskulinitas sebenarnya lebih dari itu.”

Walau begitu, situs TubeCrush adalah lingkup kecil dan terlalu spesifik, sehingga untuk dijadikan dasar standar masyarakat, dianggap peneliti kurang mewakili keseluruhan kalangan.

Namun temuan ini diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak diskusi mengenai apa saja yang membuat pria terlihat maskulin dan menarik di mata wanita.

Senin, 01 Januari 2018

Beberapa Hal Tentang Imunisasi Difteri yang Harus Diketahui Orangtua



Difteri merupakan salah satu penyakit yang sedang marak diberitakan atau dibicarakan akibat adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di Jawa Timur dan juga tersebar di daerah lainnya seperti Pontianak dan Banjarmasin. Kasus difteri tersebut dikabarkan telah ditemukan di 20 provinsi yang tersebar di Indonesia.

Munculnya penyakit tersebut menandakan bahwa program imunisasi difteri yang selama ini dilakukan pemerintah ternyata belum memenuhi target. Pencegahan difteri melalui program imunisasi dinilai penting untuk menghindari penyakit difteri pada anak yang dapat berakibat fatal karena toksin yang dihasilkan dari kuman penyebab difteri.

Apa itu difteri?

Difteri adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Bakteri tersebut menghasilkan toksin yang nantinya dapat meluas ke seluruh tubuh. Toksin bakteri tersebut dapat menyebabkan tejadinya kerusakan jaringan setempat dan menyebabkan terjadinya suatu selaput yang dapat menyumbat jalan napas. Selain itu, toksin tersebut juga dapat beredar di dalam aliran darah dan mengakibatkan berbagai macam komplikasi lainnya seperti miokarditis (radang pada salah satu lapisan jantung) serta kelainan darah seperti trombositopenia (penurunan jumlah trombosit).

Gejala dan tanda difteri di antaranya adalah demam (suhu tubuh sekitar 38 derajat Celsius), munculnya selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan dan mudah berdarah jika dilepaskan, serta sakit ketika menelan. Gejala tersebut dapat disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck. Selain itu, dapat ditemukan anak mengalami sesak napas disertai dengan suara mengorok.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui percikan cairan dari saluran pernapasan atau kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernapasan misalnya ketika seseorang bersin atau batuk. Penularan lewat luka terbuka di kulit juga dapat terjadi, namun lebih jarang ditemui.

Pemberian imunisasi difteri

Imunisasi difteri diberikan melalui cara disuntikan. Pemberian imunisasi ini disarankan sejak bayi. Imunisasi DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis) merupakan imunisasi yang diberikan pada bayi sebanyak tiga kali yaitu pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Selain itu, dilakukan imunisasi ulangan berupa booster sebanyak 2 kali yaitu pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

Pemerintah juga menyarankan pemberian imunisasi bagi anak Sekolah Dasar (SD) melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Anak sekolah dasar atau sederajat kelas 1 wajib mendapatkan satu kali imunisasi DT sedangkan anak sekolah dasar atau sederajat kelas 2 dan 5 wajib mendapatkan imunisasi Td. Selanjutnya, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk bagi orang dewasa.

Di mana saya bisa mendapatkan imunisasi difteri?

Dalam rangka mencegah penyebaran difteri lebih lanjut, pemerintah menyediakan imunisasi difteri secara gratis untuk anak usia satu sampai 19 tahun mulai bulan Desember 2017 di sekolah dan berbagai sarana kesehatan lainnya seperti Puskesmas dan Posyandu. Segera lakukan imunisasi untuk mencegah anak Anda dari difteri.

Kenapa wajib imunisasi?

Anda mungkin masih ragu untuk mendapatkan imunisasi difteri. Padahal, difteri adalah salah satu jenis penyakit yang dapat dicegah dan dikendalikan. Caranya yaitu dengan mendapatkan vaksin (imunisasi) difteri.

Selain meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap difteri, imunisasi juga mampu mencegah penyebaran penyakit ini lebih lanjut. Karena itu, penting bagi setiap anak untuk mendapatkan imunisasi difteri.

Jangan khawatir, imunisasi ini sudah dinyatakan aman bagi anak-anak dan orang dewasa. Efek samping sangat jarang terjadi, dan biasanya bersifat ringan misalnya demam. Ini wajar karena tubuh akan bereaksi terhadap vaksin yang diberikan.

Pulau Komodo Menjadi Salah Satu Tempat Paling di Minati di Dunia



Kepala Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono menyebutkan nilai pendapatan berupa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari kunjungan wisata di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat mencapai Rp27 miliar lebih dalam tahun 2017.

"Penerimaan untuk kas negara ini naik sekitar Rp5 miliar lebih dari capaian tahun sebelumnya sekitar Rp22 miliar lebih," kata Sudiyono saat dihubungi dari Kupang.

Dia mengatakan, penerimaan negara itu diperoleh dari hasil pembelian tiket wisatawan yang masuk ke Pulau Komodo maupun tiket treking, berselancar, dan menyelam.

Menurutnya, arus kunjungan wisatawan ke salah satu destinasi wisata unggulan nasional di ujung barat Pulau Flores itu meningkat cukup tinggi selama 2017 mencapai lebih dari 120.000 orang, dengan lebih dari 60 persen di antaranya didominasi wisatawan mancanegara.

Kondisi itu, katanya lagi, menunjukkan bahwa wisata Pulau Komodo semakin menggeliat dan terus diincar wisatawan yang datang untuk menyaksikan satwa komodo (Varanus komodoensis) sebagai salah satu keajaiban dunia (new seven wonders) maupun menikmati keindahan alam di sekitarnya.

"Dari waktu ke waktu memang arus wisatawan ke Pulau Komodo terus membludak didominasi wisatawan asing yang datang menggunakan pesawat maupun kapal pesiar," katanya lagi.

Peningkatan arus wisatawan itu, mendorong pihaknya terus melakukan upaya pembenahan secara bertahap, salah satunya penanganan masalah sampah.

Sudiyono mengakui, permasalahan sampah yang muncul bersumber dari aktivitas masyarakat di perkampungan, sungai, pasar-pasar, kapal dan lainnya terus mendapat sorotan wisatawan, sehingga perlu kerja sama semua pihak terkait untuk menanganinya.

"Kami juga terus usahakan agar sampah-sampah ini seiring waktu bisa berkurang, kalau pun ada kami juga memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk melakukan daur ulang," katanya pula.

Selain itu, lanjutnya, dalam tahun 2018 ini akan dibentuk satuan tugas yang melibatkan masyarakat setempat akan mengambil sampah bukan organik untuk dibawa ke Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.

"Nanti di Labuan Bajo kami akan bekerja sama dengan koperasi serba usaha untuk pengolahan sampah-sampah ini," katanya lagi.

Selain penanganan sampah, lanjutnya, aspek lain seperti sarana dan prasarana pendukung juga dibangun secara bertahap, salah satunya seperti pembangunan tangga ke bukit di Pulau Padar.

"Tentu pembenahan terus kami upayakan, sehingga wisatawan bisa aman dan nyaman, dengan begitu arus kunjungan diharapkan terus meningkat sehingga bisa mendatangkan keuntungan bagi pemerintah dan usaha-usaha masyarakat," kata dia pula.

Inilah Makna Nama Cucu SBY, Gayatri Idalia Yudhoyono



Moment bahagia datang bertepatan pergantian tahun, Pasangan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Aliya Rajasa Yudhoyono dikaruniai anak ketiga yang diberi nama Gayatri Idalia Yudhoyono. Sang ayah, Ibas Yudhoyono, akhirnya mengunggah foto momen menggembirakan tersebut di akun Instagram @ibasyudhoyono. Bapak 3 anak ini juga menulis caption yang mengumumkan nama anak perempuan mereka.

"Helloooo my beautiful cutie little Princess. Namaku: Gayatri Idalia Yudhoyono. Putri pertama anak ke-3 dari (Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Rajasa)," ucap Ibas di Instagramnya.

Ibas pun menjelaskan istrinya menjalani proses persalinan secara normal di Rumah Sakit Pondok Indah. "Alhamdulillah proses persalinan berjalan lancar. Lahir tanggal 1 Januari 2018, dengan berat 3590 gram dan panjang badan 48 centimeter," ucapnya.

Ibas dan Aliya memilih nama Gayatri karena nama tersebut diambil dari Kerajaan Majapahit yaitu istri dari Raden Wijaya, yang kemudian menurunkan Raja-Raja selanjutnya, selain itu “Gayatri” juga bisa diartikan sebagai 3 kekuatan besar (the Mother of all/nature). Sementara 'Idalia' juga bisa diartikan sebagai seorang princess atau anak dari (i)bas (d)an (ali(y)a) *baca idalia.

"Dan untuk melengkapi kesempurnaan nama tersebut kami berikan nama “Gayatri Idalia Yudhoyono” (GIY) atau yang nanti akan sering kami panggi sebagai “Gaia” atau “Baby G” saat ini. Welcome to the world “Baby G”. New Year, New Born Baby Girl!" tambahnya.

Ibas mengatakan jika kehadiran baby Gaia semakin melengkapi kebahagian keluarganya di awal tahun 2018.

“Mohon doanya juga agar Aliya bisa segera pulih begitu juga putri kami bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Sekaligus amanah bagi saya dan Aliya sebagai orangtua yang dititipkan Allah SWT untuk membesarkan dan mendidik anak-anak kami menjadi soleh dan soleha, berbakti, mewarisi kebaikan dan bisa berguna bagi sesama,” ucapnya.

Tak lupa Ibas juga mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh tim dokter dan rekan-rekannya yang membantu support dan doa kelancaran persalinan Aliya.

“Terima kasih juga kepada seluruh tim dokter, perawat keluarga, rekan dan sahabat serta semuanya yang telah turut membantu dan mendoakan kelancaran kelahiran putri kami,” pungkas Ibas.