Kamis, 26 April 2018

Trik Pemilihan Kail Pancing Berdasar Cara Makan dari Ikan

Trik Pemilihan Kail Pancing Berdasar Cara Makan dari Ikan

Memancing menjadi salah satu aktivitas yang berhubungan dengan hobi. Untuk sebagian besar orang yang tak suka memancing, pastinya menganggap jika memancing adalah aktivitas yang membosankan dimana hanya menunggu ikan datang menyamber pancingan Anda. Meski demikian, hal ini salah besar karena sebetulnya memancing juga aktivitas menyenangkan yang mampu memicu adrenalin. Tak heran jika banyak sekali pemancing yang rela merogoh koceknya hingga dalam demi membeli perlengkapan memancing seperti kail pancing, joran, reel dan masih banyak lagi.

Bagi para penghobi memancing, aktivitas memancing sendiri mampu memberikan tantangan tersendiri dalam melakukannya. Memancing bukan hanya aktivitas menunggu, melainkan juga aktivitas yang mengandalkan strategi, teknik dan kesabaran demi bisa mendapatkan ikan incaran. Pemancing harus bisa merencanakan strategi dengan peralatan memancing berdasarkan medan memancing apakah laut, kolam, sungai atau medan lainnya, berdasarkan jenis ikan yang akan ditangkap dan masih banyak lagi. Tentunya teknik dalam memancing dan melawan ikan hingga kesabaran ekstra juga harus dimiliki para pemancing.

Salah satu benda penting yang dibutuhkan adalah kail dimana pemilihannya disesuaikan dengan target ikannya. Namun pertimbangan lain yang tak kalah penting adalah dengan mempertimbangkan dari segi cara makan ikannya. Maka berikut ini beberapa tips pemilihan kail pancing dari cara makan ikannya:

1. Cara makan menyambar
Cara makan pertama adalah dengan menyambar dimana jenis ikan seperti ini direkomendasikan menggunakan mata kail tuna hook ataupun jenis big game hook. Mata kailnya berbentuk lurus menegak ke pangkalnya. Hal ini lantaran ikan tersebut menyambar maka nantinya kail akan bisa terus mengait ke ikannya. Ketahanannya pun kuat serta tak akan berubah melurus meski banyak hentakan.

2. Cara makan ragut
Cara makan ragut adalah dimana ikan yang umumnya diam saat makan umpanya. Biasanya ini terjadi ketika teknik memancingnya adalah teknik dasar atau dengan teknik drift. Umpan yang biasa dipakai yakni jenis umpan mati dan kailnya direkomendasikan untuk kail mata bengkok atau dikenal dengan circle hook. Saat menggunakannya, direkomendasikan untuk tidak menyentak ikan saat umpan itu dimakan. 

3. Cara makan memagut
Untuk cara makan memagut, biasanya dilakukan oleh anak ikan, gelama dan banyak lagi. Ikan ini biasanya akan memakan umpanya tanpa banyak pergerakan di kondisi umpan yang diam ataupun bergerak. Jika Anda mengincar ikan tersebut, maka gunakan kail lurus atau yang bentuknya mencuat depan. Kailnya pun jangan sampai terlalu besar. Jika umpanya sudah termakan, langsung hentak dengan cepat sehingga ikan tidak lolos. 

4. Cara makan hisap
Banyak juga ikan yang cara makannya adalah dengan menghisap umpan dimana biasanya ikan ini yang memiliki gigi tajam. Jika Anda mengincar ikan seperti ini, maka ada baiknya gunakan kail yang ada mata tangkal dan panjang. Hal ini demi menahan ikan ketika nantinya ikan melawan. Hentak jika dibutuhkan ketika ikan melawan keras namun harus hati-hati sehingga ikan tidak lari.

Itulah beberapa tips dalam pemilihan kail pancing sesuai dengan cara makan dari ikannya. Ternyata cara pemilihannya berbeda-beda bukan? Untuk itu, ada baiknya jika Anda ketahui dulu target ikannya. Untuk membeli kail pun sudah bisa dipesan lewat toko online. Anda bahkan bisa minta rekomendasi untuk pemilihan kail pada penjualnya karena mereka pastinya sudah ahli. Jadi sudah siap memancing dan lawan ikan target Anda? 

Rabu, 11 April 2018

Olahraga Saja Tidak Cukup untuk Menunrunkan Berat Badan


Rajin berolahraga saja, tanpa diimbangi dengan pola makan sehat, tak cukup untuk membantu mengatasi kegemukan atau menjaga berat badan tak bertambah.

Selama ini kurang bergerak dianggap sebagai penyebab semakin banyaknya jumlah orang yang kegemukan. Padahal, jumlah asupan kalori setiap hari jauh lebih penting.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan obesitas lebih rentan dialami mereka yang sering mengonsumsi makanan tinggi kalori dan minuman manis.

Dalam studi terbaru yang dilakukan Lara Dugas dari Loyola University Chicago Stritch School of Medicine disimpulkan, durasi olahraga perminggi tidak berpengaruh besar pada pengendalian berat badan.

Malah, sebagian orang yang berolahraga lebih banyak justru mengalami kenaikan berat badan dalam dua tahun periode penelitian. 

"Aktivitas fisik tidak cukup untuk mencegah kenaikan berat badan," kata Dugas.

Penelitian yang dilakukan Dugas melibatkan 1.900 orang di Amerika Serikat, Ghana, Afrika Selatan, Jamaica, dan Sychelles (sebuah pulau di Laut India). 

Dugas mengatakan, aktivitas olahraga cenderung meningkatkan nafsu makan. 

Meski demikian, bukan berarti kita perlu berhenti olahraga. Rutin berolahraga akan meningkatkan kebugaran, memperbaiki mood, serta mencegah penyakit.

Jumat, 06 April 2018

Kurang Tidur Bukan Hanya Tidak Sehat Tapi Juga Menyebabkan ini


Kita tidak memiliki masalah berat, namun perasaan sering dilanda gelisah dan depresi. Jawabannya mungkin karena tidur yang kurang dari 8 jam dalam semalam.

Sebab, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan di Journal of Berhaviour Therapy and Experimental Psychiatry, orang-orang yang kurang tidur akan mengalami dua gejala tersebut. 

Menurut penelitian ini, mereka yang kurang tidur—atau biasa disebut insomnia—tidak mampu mengatasi pikiran dan melepaskan diri dari emosi negatif.

Penelitian ini menganalisa 52 orang dewasa dengan "pemikiran negatif berulang" (RNT)—di mana fokus perhatiannya kompulsif pada pemikiran yang menyebabkan kesedihan, kegelisahan dan stres.

Pola tidur mereka diketahui melalui wawancara, dan gerakan mata dianalisa setelah diperlihatkan gambar yang dimaksudkan untuk memicu respons emosional, serta gambar netral (tidak ada respons).

Menariknya, hasilnya menunjukkan bahwa kekurangan waktu tidur menyebabkan orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat gambar negatif secara emosional—yang berarti mereka tidak dapat melepaskan diri dari gambar negatif yang dilihat, menurut Science Daily.

"Kami menemukan bahwa orang-orang dalam penelitian ini memiliki kecenderungan pikiran yang terjebak di kepala mereka, dan pemikiran negatif yang tinggi membuat mereka sulit melepaskan diri dari rangsangan negatif yang dihadapi," kata Profesor Meredith Coles dari studi tersebut yang dilakukan oleh Universitas Binghamton.

Pemikiran negatif berulang ini relevan dengan beberapa gangguan yang berbeda seperti kecemasan, depresi dan banyak hal lainnya.

Para peneliti sekarang melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana durasi tidur berkontribusi terhadap gangguan psikologis. Dari temuan tambahan ini, diharapkan para psikolog suatu hari nanti dapat mengatasi kecemasan dan depresi dengan membantu penderitanya untuk tidur dengan durasi yang cukup.