Minggu, 23 September 2018

Cara Buat Foto Potret Makanan Ala Instagram

Cara Buat Foto Potret Makanan Ala Instagram

Instagram kian pesat berkembang tak hanya sebagai platform media sosial untuk berbagi foto dan video, tapi pun tempat berbisnis.

Potensi itu kian terbuka seiring dengan kemampuan para penggunanya dalam mengolah materi tayangan sebelum mengunggahnya kepada publik.

Satu contoh kecil. Untuk foto dengan tagar #foodbloger di Instagram kini jumlah unggahannya sudah mencapai sekitar 15 juta posting.

Jutaan foto itu tentu datang dari beragam latar belakang -baik skill pengguna, alat yang digunakan, hingga obyek yang dipilih. Sehingga, hasilnya tentu beragam.

Ada yang terlihat amat bagus dan menarik, dan tak sedikit yang dinilai kurang bagus oleh banyak orang. 

Padahal, untuk membuat foto yang Instagrammable alias kece, seseorang tak harus melulu bersandar pada alat yang digunakan.

Teknik pengambilan gambar, pemanfaatan cahaya alami, dan pilihan sudut pandang pada obyek amat mempengaruhi hasil.

Nah, seorang food stylist bernama Lisa Barber pun berbagi tips untuk membuat foto makanan yang kece bak karya profesional, untuk diunggah ke IG.

Menurut dia, ada beberapa hal detail yang harus diperhatikan saat akan mengabadikan gambar makanan.

Misalnya untuk memotret sushi, Lisa menyarankan untuk memberikan sedikit air agar sushi tampak segar.

Selain itu, pemotret harus mengasah kepekaan dalam memperhatikan komposisi obyek supaya mendapatkan sudut pandang sempurna hingga "menularkan" kelezatan sushi dari foto.

Contoh lainnya. Saat memotret avocado toast, Lisa menyarankan untuk menaburkan beberapa bahan seperti kacang-kacangan dan bubuk cabai, sebagai aksen visual.

Lalu, perlu dipastikan bahwa pencahayaan alami yang digunakan membantu mengungkap detail obyek dan bukan malah merusak foto.

Penambahan obyek lain sebagai aksen pun amat disarankan untuk mendapatkan gambar yang dekoratif.

Misalnya, meletakkan potongan lemon agar foto avocado toast tak didominasi warna cokelat.

Kemudian, saat memotret burger misalnya. Pemotret dapat memberikan sedikit minyak zaitun ke bagian daging agar terlihat mengilap.

Lalu, selipkan beberapa beberapa bahan lain agar burger nampak tambah "berbobot".

Semua trik itu diperlukan demi memenuhi kebutuhan visual, agar foto yang kita hasilnya menjadi lebih "layak tayang".

Lisa pun menjadikan salad sebagai contoh obyek. Dia menyarankan agar pemotret memperhatikan warna bahan makanan yang muncul dari tumpukan salad.

Lalu, -seperti halnya memotret makanan lain, sebisa mungkin padukanlah tampilan itu dengan warna-warna alat makan yang ada. Misalnya, warna piring, gelas, atau pun alas makan.

Oh iya, jangan lupa pula untuk memastikan bahwa alat-alat makan itu sudah terpasang dengan proporsi yang baik, sebelum makanan diletakkan.

Hal ini berguna, agar makanan terlihat segar ketika dipotret, tanpa harus menunggu setting peralatan makan sebagai pelengkap gambar.

Selamat mencoba...

Rabu, 12 September 2018

7 Museum dengan Arsitektur Unik dan Keren

7 Museum dengan Arsitektur Unik dan Keren

Pada tahun ini, sejumlah museum dengan desain inovatif serta beberapa pusat kebudayaan di berbagai belahan dunia resmi dibuka.

Desain yang berani yang mencirikan bangunan, lahir dari tangan-tangan mapan arsitek yang berkolaborasi dengan nilai-nilai kebudayaan.

Seperti Louvre di Abu Dhabi. Jean Nouvel merancang dengan struktur kubah 'terapung' yang akan terisi penuh dengan cahaya.

Sementara di Denmark, Rumah Lego karya Bjarke Ingel menciptakan pengalalaman yang luar biasa bagi pecinta 'batu-bata' tersebut.

Berikut sepuluh museum dan pusat kebudayaan paling populer, seperti dikutip dari Designboom:

1. Louvre Abu Dhabi

Museum ini secara resmi dibuka pada pertengahan November lalu. Membentuk sebuah 'kota museum', terdapat 55 bangunan individu, termasuk 23 galeri yang meniru pemukiman dataran rendah yang ada di sekitar wilayah Abu Dhabi.

Inti dari desain yang ambisius itu adalah sebuah kubah berukuran besar dengan diameter 180 meter, yang nampak mengapung di atas seluruh museum.

Struktur geometris yang kompleks, terdiri atas 7.850 'bintang', diulang pada berbagai ukuran dan sudut di delapan lapisan berbeda. Filter cahaya melalui perforasi untuk menciptakan efek yang disebut sebagai 'rain of light'.

2. Lego House

Museum ini didirikan di Billund, sebuah kota di Denmark dimana konsep Lego pertama kali ditemukan. 'Rumah Lego' karya Bjarke Ingel ini dibuka pertama kali pada September 2017.

Ada beragam atraksi, zona kreatif, serta area bebas yang dibuka secara umum di tempat ini. Diharapkan, 250.000 tamu dapat berkunjung ke tempat ini setiap tahunnya, atau sekitar 2.500 tamu pada hari-hari besara atau liburan.

3. Zeitz MOCAA

Museum seni kontemporer Afrika ini dibuka pertama kali pada September 2017. Sebagai museum terbesar yang didedikasikan untuk seni kontemporer Afrika dan diasporanya, museum ini berada di Afrika Selatan.

Interior museum ini terdiri atas sembilan lantai seluas 882,5 meter persegi. Silo biji-bijian yang sudah tidak digunakan sejak 1990 digunakan untuk mempercantik interior.

Sang arsitek, Heatherwick mengubah simbol kemajuan ekonomi negara tersebut menjadi pusat kebudayaan.

4. Misericordia Venice

Bangunan yang menjadi salah satu bangunan penting dan bersejarah dari warisan seni budaya dan kota ini, telah mengalami renovasi besar dan mengubahnya menjadi tempat pameran.

Diresmikan pertama kali pada 1583, bangunan ini menjadi salah satu dari tujuh 'Scuole Grandi' atau sekolah besar dari Venice.

Sejak awal 1800-an, bangunan itu sudah tidak lagi difungsikan sebagai sekolahan, tetapi sebagai barak militer, gudang, hingga akhirnya menjadi arsip negara.

5. White Cube Congo

Kubah putih rancangan OMA ini dibangun di lahan bekas perkebunan Unilever di Kongo. Tujuan utama dari pembangunan ini untuk menarik dukungan finansial. Di samping menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memiliki kembali tanah mereka serta mengembangkan model ekonomi dan ekologi baru.

6. Teopanzolco Meksiko

Isaac Broid dan Productora merancang Pusat Kebudayaan Teopanzolco. Tempat ini merupakan sebuah auditorium berkapasitas 900 tempat duduk yang bersebelahan dengan zona arkeologi di Cuernavaca, Morelos, Meksiko.

Bangunan ini mencakup kemiringan yang ada di lokasi dan dilengkapi dengan auditorium terbuka di atap, sehingga memberikan pemandangan panorama reruntuhan piramida yang berdekatan.

7. Son Yang Won Memorial Museum

Di Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan, Atelier KOMA menyelesaikan pembangunan monumen yang didedikasikan kepada seorang pengkotbah dan martir Kristen yang terbunuh pada 1950.

Museum tersebut mengandung ruang peringatan simbolis, dengan bangunan dan desain ruang pamerannya menggambarkan ketiga prinsip hidupnnya, yaitu perlawanan, pengorbanan dan rekonsiliasi pendeta.

Sabtu, 01 September 2018

Tantangan Dalam Traveling Menjadi Hal yang Banyak Diminati


Kalau tahun 2017 solo traveling dan destinasi dalam negeri semakin digemari dan menjadi tren, kira-kira bagaimana dengan tahun 2018?

Semakin banyaknya destinasi traveling yang dikunjungi membuat para traveler makin ketagihan mengunjungi tempat wisata lainnya. Kecanggihan teknologi dan tren sharing pengalaman traveling di sosial media akhirnya menciptakan tren traveling baru. Berikut tren traveling yang diprediksi akan ngehits di tahun 2018.

1. Destinasi kurang populer makin digemari

Sosial media dan internet menambah wawasan akan destinasi menarik yang bisa dikunjungi. Banyak yang akhirnya 'melebarkan sayap' mengunjungi negara yang tadinya dianggap terlalu jauh dan mahal seperti Jepang, Selandia Baru, negara-negara di Eropa, dan lainnya.

Karena destinasi wisata populer dianggap semakin mainstream, banyak yang mulai melirik destinasi lain yang tak kalah indah namun underrated. Negara/ tempat yang tak begitu terkenal berarti biayanya juga tak semahal destinasi populer dan terkesan unik serta adventurous.

Kalau di tahun 2017 Islandia tiba-tiba menjadi tujuan wisata yang seksi serta menantang, tahun 2018 Greenland diprediksi akan naik daun. Greenland memiliki landskap alam yang menarik mulai dari glaciers hingga air terjun. Selain itu ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan disana mulai dari hiking, mengunjungi desa-desa kecil sampai melihat budayanya yang unik.

Selain Greenland, Estonia, sebuah negara kecil di Eropa timur juga diprediksi menjadi populer di tahun 2018. Estonia memiliki kekayaan arsitektur yang cantik dan instagrammable, kastil-kastil abad pertengahan Eropa yang mirip dengan negeri dongeng serta perpaduan budaya Skandinavia, Eropa dan Russia yang menjadikan negara ini semakin unik.

2. Pengalaman lokal saat traveling

Semakin sering traveling, para traveler menjadi semakin kritis dan ingin mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam dan otentik dari negara atau tempat yang dikunjunginya.

Tinggal di akomodasi milik warga lokal seperti lewat situs Airbnb akan semakin sering dijadikan pilihan saat traveling. Hang out dengan warga setempat, masak dan makan di rumah orang lokal dan pengalaman otentik lainnya saat traveling akan semakin dicari pada tahun 2018.

3. Traveling ke destinasi menantang dan berbahaya

Adanya travel warning dan label berbahaya terhadap beberapa negara malah membuat para traveler, terutama generasi milenial merasa semakin tertantang di tahun 2018 nanti.

Tak heran bila beberapa negara menjadi semakin populer di mata para traveler. Destinasi seperti Iran, Maroko, Mesir, Kuba dan lainnya dianggap cantik, berbudaya menarik dan memiliki banyak keindahan yang tertutupi karena banyaknya berita buruk mengenai negara-negara tersebut.


4. Liburan untuk kesehatan dan kebugaran

Berawal dari keinginan ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar rileks saat liburan menjadikan traveling untuk kesehatan dan kebugaran menjadi tren di 2018.

Saat liburan, orang juga ingin mengikuti progam kebugaran tubuh seperti yoga, spa, olahraga lainnya bahkan sekalian berobat. Malaysia, Bali dan Thailand adalah beberapa destinasi yang sering dicari para traveler jenis ini.