Kamis, 17 Januari 2019

Apa Penyebab Difteri? Bagaimana Gejala dan Cara Mengobatinya?

Apa Penyebab Difteri? Bagaimana Gejala dan Cara Mengobatinya?

Difteri adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir seperti hidung dan tenggorokan, bahkan juga bisa mempengaruhi kulit. Ada beberapa penyebab difteri yang harus Anda waspadai. Selain itu, ketahui juga gejala dan cara mengobatinya sebelum bertambah parah. Seperti apa?

Penyebab Terjadinya Difteri

Penyebab utama difteri menyerang adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae yang bisa ditularkan dengan cara mudah terutama bagi mereka yang tak divaksin. Beberapa cara penularan penyakit tersebut adalah menghirup atau terhirup percikan ludah penderita di udara saat si penderita batuk atau bersin.

Cara yang satu ini adalah yang paling umum penularan difteri itu. Selain itu, difteri juga bisa menular melalui barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut seperti mainan dan handuk. Lalu, sentuhan langsung pada luka borok yang diakibatkan difteri pada kulit penderita juga bisa menularkan bakteri penyebab terjadinya difteri ini.

Bakteri yang masuk ke tubuh nantinya akan memproduksi racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan dan membuatnya mati. Racun yang dibuat bakteri tersebut memiliki potensi untuk menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal bahkan hingga sistem saraf.

Penyebab lain bisa tertularnya penyakit yang satu ini pada Anda adalah lokasi tempat tinggal yang kotor. Lalu, tidak mendapat vaksinasi terbaru, punya gangguan sistem imun seperti AIDS atau sistem imunnya lemah seperti yang terjadi pada anak-anak dan orang tua. Bisa juga dikarenakan tinggal di lingkungan kumuh yang banyak penduduknya.

Gejala Difteri

Setelah mengetahui apa saja penyebab difteri, ada baiknya Anda tahu juga apa saja gejala difteri itu sehingga bisa melakukan pengobatan secepatnya. Gejala ini sebenarnya baru akan timbul setelah melewati masa inkubasi selama lebih kurang 5 hari. Gejala tersebut meliputi terbentuknya lapisan tipis berwarna keabu-abuan yang menutupi tenggorokan dan amandel.

Lalu, Anda juga akan demam dan menggigil serta sakit tenggorokan dan suara menjadi serak. Gejala difteri lainnya adalah Anda akan kesulitan bernapas atau hanya bisa bernapas dengan cepat. Kelenjar limfe pada leher juga akan mengalami pembengkakan dan Anda akan sangat lemas dan mudah lelah. Pilek dengan cairan kental bercampur darah juga bisa menyerang.

Pengobatan

Ketika Anda didiagnosa menderita difteri, maka dokter akan menanganinya secara serius. Anda tak bisa melakukan pengobatan alternatif melainkan harus melalui tindakan medis. Ketika didiagnosa, tindakan pertama yang akan dilakukan dokter adalah menyuntikkan antitoksin untuk cegah racun yang dihasilkan bakteri bekerja dan akhirnya membunuhnya.

Setelah itu, Anda juga akan diberikan suntikan antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi yang telah terjadi. Anda juga akan diberikan berbagai obat-obatan pendukung penyembuhan difteri. Anda juga diwajibkan untuk banyak istirahat dan melakukan isolasi ketat agar tak menularkan penyakit tersebut pada orang lain.

Pencegahannya Pada Anak dan Orang Dewasa

Agar penyakit ini tak menular pada orang lain, dokter menyatakan anak-anak harus disuntik vaksin difteri secara berkala dari umur 2, 3 dan 4 bulan kemudian dilanjutkan pemberian booster di usia 18 bulan hingga 2 dan 5 tahun. Sedangkan pada orang dewasa, imunisasi juga disarankan. Tentunya, menjauhi ‘sumber’ penyakit itu juga wajib dilakukan.

Nah, sudah tahu apa saja penyebab difteri dan bagaimana cara melakukan pencegahan dan mengobatinya, kan? Bila Anda merasa gejala difteri mulai menyerang, segeralah periksakan diri di dokter. Jangan coba-coba melakukan pengobatan di rumah karena itu bisa berbahaya untuk orang di sekitar. Paling penting, lakukanlah vaksinasi untuk jaga sistem imun Anda.

0 komentar:

Posting Komentar