Kamis, 04 April 2019

6 Cara Mengenali Gejala Migrain

6 Cara Mengenali Gejala Migrain

Migrain yang berdenyut di kepala memang sangat mengganggu, bahkan menyakitkan. Aktivitas fisik pun dapat meningkatkan rasa sakit. Tapi tahukah Anda gejala migrain dapat bervariasi pada setiap orang?

Menurut Anne Calhoun, MD, partner and cofounder Carolina Headache Institute, di Chapel Hill, NC, pada pasien yang memiliki migrain, para ahli akan memperlakukan semua sakit kepala yang merasa rasakan sebagai potensi migrain.

Migrain terkadang sulit di bedakan dengan sakit kepala jenis lainnya. Berikut ini adalah cara untuk mengidentifikasi migrain pada diri kita:

1. Beberapa orang yang menderita migrain mengalami aura.


Biasanya dapat dirasakan melalui bentuk visual seperti cahaya benderang, titik-titik, atau garis-garis. "Anda mungkin melihat garis bergerigi kecil yang mengembang menjadi lintasan lalu bergerak melengkung," kata Dr Calhoun. Aura ini biasanya terjadi lima sampai satu jam, dengan 60 menit jeda sebelum sakit kepala muncul.

2. Depresi, mudah marah, atau kegembiraan.

Ternyata perubahan mood bisa menjadi tanda migrain. “Beberapa pasien akan merasa sangat tertekan atau tiba-tiba murung tanpa alasan," kata Dr Calhoun.
Data yang dipersentasikan oleh American Academy of Neurology pada tahun 2010 menunjukkan, depresi sedang atau berat meningkatkan risiko migrain episodik menjadi kronis.

3. Kurang nyenyak ketika tidur.

Lelah saat bangun atau kesulitan untuk tidur adalah masalah umum pada penderita migrain. Saat migrain menyerang, sulit untuk mendapatkan tidur yang nyenyak.


"Banyak orang menderita insomnia sebagai akibat migrain mereka," kata Edmund Messina, MD, direktur medis dari Headache Clinic Michigan, di East Lansing. Ketidakmampuan untuk tidur ini dapat menjadi awal dari lingkaran setan. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur juga dapat memicu migrain.

4. Hidung tersumbat atau mata berair.

MenurutDr. Messina, beberapa orang dengan migrain memiliki gejala sinus, seperti hidung tersumbat, kelopak mata turun dan mata berair. Suatu penelitian yang didanai oleh GlaxoSmithKline menemukan 90% orang-orang yang mengeluh sakit kepala karena sinus, memiliki migrain.

5. Mengidam.

Beberapa orang akan menginginkan makanan tertentu (seperti mengidam), sebelum serangan migrain terjadi. Menurut Dr. Messina, biasanya yang diinginkan mereka adalah cokelat.

6. Berdenyut pada satu atau kedua sisi kepala.

Rasa sakit, nyeri, dan berdenyut adalah tanda klasik pada migrain. Rasa denyut yang disertai nyeri paling sering dirasakan pada satu sisi kepala.

Dalam sebuah survei online, National Headache Foundation menemukan 50% pasien migrain mengaku “selalu” berdenyut di salah satu sisi saja, sementara 34% mengaku “sering kali” mengalami gejala ini.

0 komentar:

Posting Komentar