Rabu, 06 November 2019

Istilah yang Harus Diketahui Sebelum Melakukan Investasi Ritel

Investasi Ritel

Investasi SBR merupakan salah satu jenis surat berharga negara atau surat utang negara yang ditawarkan kepada perseorangan atau individu atau seringkali disebut ritel. Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan investasi jenis ini, Anda harus mengetahui beberapa istilah yang terkait di dalamnya supaya kedepannya Anda tidak merasa kebingungan. 

Berikut ini istilah yang ada di dalam investasi Savings Bond Ritel (SBR) yaitu:

1. Kupon
Kupon merupakan bunga maupun timbal balik yang dihitung berdasarkan pada presentasi jumlah pokok hutang dalam setahun. Sementara untuk pembayarannya dapat dilakukan setiap bulan sekali.

2. Masa Penawaran
Dalam investasi Savings Bond Ritel masa penawaran merupakan jangka waktu dan ditentukan pemerintah untuk dapat membeli produk SBR. Artinya untuk masyarakat yang ingin membeli SBR dapat melakukan pemesanan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan pemerintah. 

3. Tanggal Penetapan
Apabila Anda sudah melakukan proses pemesanan dalam masa penawaran, maka kementerian keuangan akan menetapkan jumlah pesanan SBR yang telah masuk.

4. Jatuh tempo atau maturity
Jatuh tempo atau tenor merupakan masa berlaku atau jangka waktu investasi. Jika jangka waktu SBR sudah habis, maka uang atau modal pokok pemegang SBR dikembalikan oleh pemerintah secara keseluruhan. Pada biasanya tenor akan berlaku hingga 2 tahun.

5. Setelmen
Setelmen merupakan tanggal penyelesaian yang mana apabila Anda sudah membeli SBR sesuai tanggal masa penawaran, maka Anda dinyatakan resmi menjadi investor. Sementara untuk perhitungan kupon SBR dapat dimulai tanggal saat Anda membeli SBR.

6. Floating with Floor
Istilah floating with floor mempunyai arti yaitu besaran kupon SBR yang disesuaikan pada perubahan tingkat suku bunga yang ada di Bank Indonesia yang mana hal ini dijadikan sebagai acuan. Kupon floating with floor akan ditetapkan pada nilai minimal 7,5% per tahunnya.

Masih ada banyak istilah yang ada di dalam SBR, untuk itu, Anda wajib memahami setiap istilah yang ada didalamnya supaya Anda lebih mudah ketika akan melakukan investasi. Untuk memudahkan Anda mengenal semua istilah SBR yang ada di tanamduit, Anda bisa mengaksesnya melalui sumber : https://id.tanamduit.com/.

Selasa, 05 November 2019

Mobil Bekas Banjir Bisa Dikenali Dari 5 Ciri Ini

Mobil Bekas Banjir Bisa Dikenali Dari 5 Ciri Ini

Tentu saja tidak ada pembeli mobil bekas yang mau membeli sebuah mobil yang pernah terkena banjir. Apalagi jika pembeli itu tidak mengetahui sebelumnya. Jadi, terasa seperti dibohongi oleh penjual.

Setelah diperbaiki, tampilan mobil bekas banjir memang tidak berbeda dengan mobil-mobil biasa. Namun sebenarnya, mobil semacam itu, menyimpan potensi masalah. Selain masalah pada mesin, kelistrikan mobil juga suatu saat akan rewel karena pernah terendam air. 

Agar pembeli tidak terjebak membeli mobil yang bermasalah, ada beberapa cara cek mobil bekas banjir berikut ini. 

#1: Aroma tidak sedap 
Sejak pertama kali masuk kabin, aroma ini kadang sudah tercium. Aroma seperti bau apek ini disebabkan oleh bagian-bagian yang pernah basah dan sulit dibersihkan secara tuntas. 

Waspada juga pada parfum interior yang berlebihan. Karena bukan tidak mungkin aroma parfum digunakan oleh penjual untuk menyamarkan bau yang tidak normal. 

#2: Terdapat endapan kotoran 
Karena membersihkan mobil yang pernah terkena banjir bukan pekerjaan mudah, maka wajar jika ada beberapa tempat yang terlewatkan. Nah, di sinilah kita harus jeli mencermati kemungkinan adanya endapan kotoran (lumpur) yang mungkin masih tersisa pada sudut-sudut atau sela-sela interior. 

Tempat-tempat yang perlu diperhatikan antara lain lubang kisi-kisi AC, sudut-sudut panel dan kabel di belakang dashboard, penutup speaker, sela-sela jok mobil sekaligus relnya. Kisi-kisi radiator mobil juga bisa menjadi petunjuk. Jika ada sampah yang tersangkut, radiator rusak atau tidak orisinil, bisa menjadi indikasi. 

#3: Terdapat cikal bakal karat 
Karat atau korosi bisa menjadi pertanda mobil pernah terkena banjir. Kita bisa memeriksanya pada bagian eksterior, terutama pada bodi dan kolong. Karat bisa saja baru terbentuk sangat kecil, tapi tentunya akan potensial membesar di kemudian hari. 

Pada bagian interior, ada beberapa bagian yang perlu dicermati seperti jok mobil atau pedal. Pada lokasi-lokasi berbahan logam tersebut, karat biasanya mulai terbentuk. 

#4: Indikasi mesin rusak 
Ketika mobil terendam oleh banjir, maka kemungkinan besar oli mesin akan tercampur juga dengan air. Maka periksalah warna oli. Jika warnanya coklat agak keputihan, bisa menjadi indikasi masuknya air ke dalam mesin.

Kita juga bisa memperhatikan suara mesin mobil. Mesin mobil yang belum diperbaiki setelah terkena banjir, biasanya cenderung kasar dan keras dibandingkan saat normal. 

#5: Kerusakan Elektronik
Peralatan elektronik di dalam mobil tentu sangat rentan pada air. Karena itulah kita bisa memeriksa fungsi-fungsi peralatan tersebut mulai dari lampu, sistem audio, AC, wiper, dan perangkat lainnya. Pastikan semua dapat berfungsi normal, tanpa indikasi kerusakan.

Ada satu peralatan yang juga bisa menjadi petunjuk, yakni indikator electric power steering (EPS) pada dashboard. EPS paling rentan akan kerusakan jika mobil sudah terendam air.

Cara Memastikan Mobil Bebas Banjir
Memilih mobil yang bebas dari masalah memang tidak mudah. Apalagi dalam kasus terkena banjir, seringkali mobil-mobil seperti ini sudah diperbaiki terlebih dahulu sebelum dijual. Meski penampilannya sudah normal, namun sebenarnya masih saja ada potensi masalah di kemudian hari, jikalau kita tidak berhati-hati. 

Agar kita benar-benar yakin akan kondisi mobil, maka sebaiknya manfaatkanlah tenaga ahli yang sudah berpengalaman seperti Otospector. Inspeksi mobil yang dilakukan secara menyeluruh dan independen ini menjamin mobil yang Anda dapatkan, sesuai dengan harapan.