Senin, 04 Mei 2020

Pak Simin Menghidupi Keluarga dengan Berjualan Bensin Eceran

Pak Simin Menghidupi Keluarga dengan Berjualan Bensin Eceran

Menjadi tulang punggung keluarga merupakan salah satu hal yang cukup berat bagi sebagian orang, terutama Pak Simin. Di usianya yang sudah menginjak kepala delapan, ia masih harus banting tulang untuk menghidupi keluarganya. Dengan tangan-tangannya yang sudah cukup rapuh, ia mencoba untuk mengisikan liter demi liter bensin yang ia jual pada pelanggannya. Meskipun terlihat berat, namun ia tetap bersyukur dengan pekerjaan yang sedang ia lakoni.

Siapa sosok Pak Simin?

Pak Simin merupakan sosok sederhana yang sampai saat ini masih berjuang untuk menafkahi keluarganya. Ia tinggal bersama istrinya di Banjarmasin setelah beberapa tahun bertransmigrasi dari Pulau Jawa dikarenakan krisis moneter saat itu. Anak-anaknya sudah mandiri sehingga tidak ikut tinggal bersamanya. Namun saat diwawancara, tidak semua anaknya memperhatikan kondisi Pak Simin dan juga istrinya, sehingga mau tidak mau Pak Simin harus berjuang seorang diri.

Kegiatan sehari-hari Pak Simin yaitu berjualan bensin. Pak Simin menjual bensin pertalite seharga Rp 9 ribu saja perliternya. Ia harus bolak-balik untuk mengambil bensin menggunakan sepeda tuanya. Meskipun badannya sudah renta, ia tetap bersemangat dalam mencari nafkah. Tentu saja ia melakukannya seorang diri karena sang istri mengalami stroke selama 15 tahun hingga sekarang, sehingga sang istri hanya bisa terbaring di rumah menunggu kepulangan Pak Simin.

Dengan berjualan bensin setiap harinya, tentu saja untung yang didapat tidak menentu. Jika sedang ramai, Pak Simin bisa mendapatkan hasil yang cukup banyak, namun sebaliknya jika pembeli sedang sepi, maka Pak Simin hanya mendapatkan hasil seadanya. Meskipun begitu, ia tidak terlalu mempermasalahkan hasil jualan yang didapatnya. Ia percaya bahwa rezeki sudah diatur oleh Tuhan, sehingga ia begitu amat bersyukur dengan apa yang ia miliki sekarang.

Kebaikan untuk Pak Simin

Pak Simin tentu saja bisa menjadi contoh untuk kita semua agar tetap berjuang mengarungi hidup yang terkadang begitu pahit. Di usianya yang sudah sepuh, Pak Simin idealnya berada di rumah saja sambil menikmati pemandangan di sekitar. Namun, keadaan yang cukup pahit mengharuskan ia untuk tetap mencari nafkah. Oleh karena itu, ini juga bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama.

Untuk memulai kebaikan, kita bisa menggunakan produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz. Produk asuransi syariah ini bisa memberikan kebaikan maksimal, adil, dan ringan berupa perlindungan jiwa dan kesehatan terbaik untuk orang-orang di sekitar kita. Di masa depan, kita tidak perlu mengkhawatirkan biaya untuk pengobatan, biaya rawat inap, dan masih banyak lagi. 

Selain itu, kita juga bisa mewakafkan sebagian dari harta kita melalui fitur Asuransi Syariah Indonesia Allianz. Melalui fitur yang diselenggarakan oleh Allianz ini, kita bisa membantu orang-orang yang sedang mengalami masalah finansial dengan menyisihkan sebagian dana musibah. Dari dana tersebut, ada banyak kebaikan yang bisa dirasakan oleh orang banyak, sehingga Anda sudah bisa memberikan manfaat besar untuk orang banyak.

Untuk itu, mari #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan menebarkan hal-hal baik, kita bisa memberikan manfaat tidak terhingga pada orang-orang di sekitar kita. Selain itu, menebarkan kebaikan juga bisa membantu Pak Simin untuk mendapatkan kejutan paket umroh gratis dari Allianz. Oleh karena itu, mulailah kebaikan dari hal-hal kecil agar banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya. 

Lebih dari itu, semoga kisah perjuangan hidup Pak Simin juga bisa menjadi inspirasi untuk kita agar tidak pernah menyerah dan selalu berusaha untuk menjadi sebaik-baik manusia.