Selasa, 07 September 2021

7 Jenis Cabe Populer dengan Tingkat Kepedasan Berbeda

7 Jenis Cabe Populer dengan Tingkat Kepedasan Berbeda

Mengenali jenis cabe penting banget buat yang suka masak, atau para penggemar pedas. Pasalnya, enggak semua cabe punya level kepedasan yang sama. Yuk, kenali 7 jenis cabe selain cabe rawit berikut ini.

Cabe merupakan bumbu dapur andalan di Indonesia. Penggunaan cabe sangat beragam, mulai dari bumbu tumisan, teman makan gorengan, hingga mengolah sambal. Nah, buat Mama Papa pecinta pedas, wajib banget tahu jenis cabe yang ada di pasaran Indonesia.

Sebab, meski memiliki nama depan cabe, tapi enggak semua cabe pedas, lo! So, berikut ini 7 jenis cabe dengan tingkat kepedasan berbeda!

1. Cabe merah keriting

Sesuai namanya, cabe merah keriting punya warna merah terang dengan bentuk keriting. Cabe ini umumnya berukuran panjang, dan memiliki ujung lancip. Diameter cabe merah keriting lebih kecil dibandingkan cabe merah besar.

Meski warnanya merah, namun cabe ini tidak terlalu pedas, lo. Umumnya, si cabe merah keriting banyak digunakan sebagai penyedap dalam aneka tumisan.

2. Cabe putih

Jenis cabe ini banyak dipilih masyarakat Indonesia karena punya harga yang lebih murah dibandingkan cabe lainnya. Meski berwarna putih pucat saat muda, namun saat tua cabe ini berubah warna menjadi oranye. Tingkat kepedasan cabe putih cenderung tidak terlalu pedas dibandingkan cabe lainnya.

3. Cabe merah besar

Cabe ini punya warna merah menyala berbentuk gemuk, panjang, dan permukaannya halus. Meski bentuk dan warnanya garang, cabe merah besar hampir mirip dengan cabe merah keriting, yakni tidak terlalu pedas.

Umumnya, di Indonesia cabe merah besar digunakan sebagai campuran sambal goreng, sambal balado, atau membuat masakan berwarna merah. Kekurangan jenis cabe merah besar adalah cepat busuk, sehingga Mama jangan stock terlalu banyak di dapur, ya.

4. Cabe rawit

Nah, cabe yang satu ini merupakan andalan di berbagai masakan pedas khas Indonesia. Saking pedasnya, sampai sering dijadikan ungkapan; “kecil-kecil cabe rawit”.

Yup, ungkapan ini enggak salah. Meski bentuknya kecil, cabe rawit punya rasa pedas paling tajam. Bahkan, di antara jenis cabe lainnya, cabe rawit dianggap punya tingkat kepedasan yang paling tinggi, lo.

5. Cabe hijau

Sama seperti cabe merah, cabe hijau sebenarnya memiliki dua bentuk, yakni besar dan keriting. Keduanya hanya dibedakan dengan bentuknya.

Sebenarnya, kedua cabe ini adalah fase cabe merah sebelum tua. Dari segi rasa, jenis cabe hijau cenderung tidak pedas. Kedua jenis cabe ini umumnya diolah sebagai campuran dari tumisan khas Indonesia.

6. Cabe jalapeno

Buat penyuka masakan pedas, jenis cabe ini paling cocok untuk dicoba. Punya warna hijau tua, jalapeno punya tingkat kepedasan yang cukup tinggi. Jalapeno berasal dari dataran Meksiko, namun saat ini banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun secara harga, jalapeno tergolong lebih tinggi dibandingkan cabe lainnya.

7. Cabe paprika

Nah, cabe satu ini seringkali luput dari hitungan penggemar pedas. Padahal, paprika merupakan salah satu cabe-cabean, lo. Secara rasa, paprika cenderung manis dengan sedikit cita rasa pedas. Tekstur paprika lebih renyah daripada cabe lainnya. Berbeda dengan cabe lainnya, paprika bisa dijadikan campuran salad atau dimakan langsung.

Nah, kalau Mama Papa lebih suka mengolah cabe yang mana, nih? Untuk mendapatkan cabe dengan kualitas terbaik tersebut, Anda bisa berbelanja di TaniHub. 

Tanihub merupakan platform e-commerce yang menawarkan produk dari para petani lokal yang ingin menjual hasil panen mereka langsung ke pembeli. Selain membantu para petani lokal, Anda juga bisa mendapatkan penawaran harga yang lebih terjangkau langsung dari petaninya.

Bukan hanya cabe, Anda juga dapat membeli aneka buah, sayur, bumbu, telur & unggas, kebutuhan masak hingga sembako. Lengkap bukan? Yuk belanja di TaniHub 😊

0 komentar:

Posting Komentar